Aquaponik, apa kelebihan dan kekurangannya?

Publish On February 10, 2023

aquaponik

Pertumbuhan daerah, terutama di wilayah perkotaan yang begitu pesat sangat berdampak pada semakin berkurangnya lahan pertanian. Lahan-lahan yang dulunya lahan pertanian, kini berubah menjadi pemukiman penduduk. Maka, memanfaatkan lahan yang ada merupakan opsi yang bisa dipilih untuk terus mendukung pembangunan pertanian di perkotaan. Salah satu cara yang bisa digunakan dalam pemanfaatan pekarangan adalah teknologi budidaya tanaman dengan metode aquaponik.

Sistem Aquaponik adalah sistem yang menghubungkan budidaya ikan yang berprinsipkan resirkulasi dengan produksi tanaman atau sayuran hidroponik, dimana pada sistem ini terjadi daur ulang. Pada sistem Aquaponik, limbah dari budidaya ikan merupakan input bagi sistem budidaya sayuran. Dalam sistem Aquaponik, sisa pakan atau hasil metabolisme ikan (feses) masuk ke dalam sistem budidaya.

Selanjutnya dengan bantuan pompa, air masuk ke dalam wadah pemeliharaan tanaman sebagai media penyubur menyediakan nutrisi untuk tanaman dengan bantuan bakteri. Wadah pemeliharaan tanaman menjadi filter biologi dalam menjaga kualitas air sehingga mampu dimanfaatkan kembali oleh ikan.

Sejarahnya, sistem Aquaponik ini sudah diperkenalkan sejak zaman peradaban Aztec. Bangsa Aztec sudah memiliki sistem pertanian Chinampa yang dapat dikategorikan sebagai bentuk awal Aquaponik.

Cara kerja sistemnya adalah menumbuhkan tanaman di atas pulau buatan di danau dangkal dan material organik dan limbah perkotaan dijadikan media tanam.

Alasan mengapa sistem Aquaponik ini sangat baik untuk menjadi sistem budidaya di perkotaan adalah pada sistem Aquaponik, nutrisi hidroponik yang harganya cukup mahal sudah tergantikan dengan kotoran ikan sebagai nutrisi bagi tanaman. Perawatan Aquaponik pun sangat mudah. Selain itu, sistem Aquaponik membuat budidaya menjadi lebih produktif karena mampu menghasilkan ikan dan tanaman dalam satu waktu.

Aquaponik juga merupakan sistem budidaya yang organik karena bisa tetap hidup dengan ekosistem alami dimana bakteri dan cacing akan mengubah ammonia dan sisa pakan ikan menjadi nutrisi sayuran. Ini adalah proses organik. Tidak menggunakan pestisida, karena ikan akan terpengaruh bahkan mati jika kena pestisida.
Adapun keistimewaan sistem Aquaponik dalam budidaya ikan dan tanaman adalah sebagai berikut:

  • Sistem mudah dan murah untuk diterapkan
  • Pemanfaatan lahan pekarangan rumah menjadi lebih produktif
  • Dapat diterapkan di indoor ataupun outdoor karena tidak tergantung musim
  • Efisiensi penggunaan air
  • Sistem ramah lingkungan

Berdasar pengalaman Agroqu menerapkan sistem budidaya Aquaponik, ikan adalah kunci dalam sistem aquaponik. Alasannya adalah ikan yang akan menyediakan hampir semua nutrisi bagi tanaman. Ikan yang biasanya dibudidayakan menggunakan sistem ini adalah ikan air tawar seperti ikan Mas, Nila, Gurame, Lele, Patin dan lain sebagainya, tetapi yang paling sering dipakai adalah ikan Nila.

Sedangkan tanaman yang biasa digunakan pada sistem Aquaponik ini adalah tanaman pakcoy, sawi, kangkung, selada dan lain-lain. Dengan aquaponik tanaman dapat ditanam dengan kerapatan tinggi dengan sistem terapung di atas air. Sistem ini mampu menampung hingga 10 kali lipat jumlah tanaman pada luasan yang sama. Dan setiap akar tanaman selalu mendapat pasokan air yang kaya akan zat hara.

Pada perkembangannya, Agroqu melihat bahwa Aquaponik bukan hanya baik untuk sayuran hijau. Aquaponik akan menumbuhkan hampir semua jenis sayuran. Beberapa varietas sayuran buah yang berkinerja baik adalah terung (ungu), tomat, cabe, melon dll.

Dengan berbagai keunggulan Aquaponik, maka Agroqu berusaha sangat optimal dalam melaksanakan budidaya ini. Karena dengan menghadirkan Aquaponik, Agroqu turut membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam mengkonsumsi sayuran segar dan ikan sebagai sumber protein, terutama pada daerah-daerah kering dan ketersediaan lahan terbatas.

k

Silakan tinggalkan komentar:

Artikel lainnya dari Agroqu:

Share This